Pertarungan Yang Dihadapi Dunia Konstruksi

Pertarungan Yang Dihadapi Dunia Konstruksi

Perseteruan Yang Dihadapi Dunia Konstruksi Jasa Konstruksi

Pada prinsipnya pimpro mempunyai tanggungjawab terhadap proses aplikasi proyek sesuai dengan tiga tepat : Biaya, Mutu, & Waktu.Pertarunga Dunia Konstruksi Berkaitan Dengan Koordinasi Dan Pengaturan Manajemen.

Koordinasi merupakan galat salahsatu fungsi manajemen yang memegang peranan sama krusial & setara dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, kesuksesan koordinasi akan mengklaim keberhasilan aplikasi pekerjaan atau pencapaian tujuan organisasi. Untuk itu perlu pemahaman yg mendalam tentang konsep koordinasi yang meliputi pengertian koordinasi, tujuan koordinasi, tipe koordinasi & prinsip-prinsip koordinasi. Pemahaman yang baik atas koordinasi memungkinkan kita sanggup dapat merencanakan & melaksanakan koordinasi menggunakan baik.

Menurut G.R. Terry koordinasi adalah suatu usaha yg sinkron & teratur buat menyediakan jumlah dan ketika yang tepat, dan mengarahkan aplikasi untuk menghasilkan suatu tindakan yg seragam dan serasi pada target yang telah dipengaruhi. Sedangkan berdasarkan E.F.L. Brech, koordinasi merupakan mengimbangi & menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok menggunakan masing-masing & menjaga agar aktivitas itu dilaksanakan menggunakan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (Hasibuan, 2007:85).

Terdapat 3 (3) macam saling ketergantungan pada antara satuan-satuan organisasi misalnya diungkapkan oleh James D. Thompson (Handoko, 2003:196), yaitu:Saling ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence), jika satuan-satuan organisasi nir saling tergantung satu menggunakan yang lain pada melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung dalam pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan buat suatu hasil akhir.Saling ketergantungan yg berurutan (sequential interdependece), di mana suatu satuan organisasi wajibmelakukan pekerjaannya terlebih dulu sebelum satuan yang lain bisa bekerja.Saling ketergantungan timbal kembali (reciprocal interdependence), adalah hubungan memberi dan mendapat antar satuan organisasi.

MASALAH-MASALAH DALAM PENCAPAIAN KOORDINASI YANG EFEKTIF.

Masalah-perkara ini terjadi lantaran adanya pembagian tugas, maka timbullah perbedaan pada aktivitas pekerjaan. Perbedaan kegiatan tadi bisa berpengaruh terhadap organisasi sebagai akibatnya bisa menyebabkan perkara koordinasi.Perbedaan Jasa Konstruksi medan perilaku & perilaku individu – individu menyebabkan masalah koordinasi, diantaranya :Adanya perbedaan dalam orientasi terhadap target/ tujuan tertentu.Adanya perbedaan dalam orientasi ketika.Adanya perbedaan pada orientasi antar pribadi.Adanya perbedaan pada formalitas struktur organisasi.Adanya perbedaan jeda geografis.Adanya perbedaan antar manusia lantaran faktor social, budaya, pandangan hidup serta latar belakang pendidikan.Adanya disparitas pada ambisi.

Terdapat beragam teknik koordinasi. Beberapa diantara teknik koordinasi yang bisa diaplikasikan dalam organisasi publik adalah teknik koordinasi dengan pendekatan proses manajemen, teknik koordinasi menggunakan pendekatan prosedur pasar, teknik koordinasi menggunakan pendekatan organisasi, teknik koordinasi dengan pendekatan hubungan antar struktur dan teknik koordinasi dengan pendekatan partisipasi warga . Teknik Koordinasi Dengan Pendekatan Proses Manajemen

Karena peranannya sebagai fungsi yang mengintegrasikan seluruh proses organisasi maka koordinasi perlu dilakukan pada setiap tahapan proses manajemen. Hal ini diperlukan lantaran setiap tahapan proses manajemen tentu memerlukan keterpaduan kiprah para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karenanya, koordinasi dipercaya menjadi keliru satu kunci sukses pada proses manajemen. Dengan kata lain, koordinasi adalah esensi manajemen & secara implisit terkandung dalam fungsi-fungsi manajemen.

Teknik koordinasi dalam tahapan proses manajemen dapat dijelaskan sebagai berikut :Koordinasi pada Perencanaan.

Koordinasi pada perencanaan adalah upaya buat mengintegrasikan aneka macam perencanaan melalui diskusi yang saling menguntungkan, tukar pikiran. Contoh, koordinasi antara unit kelitbangan & unit kesekretariatan buat mengoptimalkan peran kelitbangan yang didukung kesekretariatan yang handal.

1.Koordinasi dalam Pengorganisasian.

Koordinasi merupakan esensi organisasi. Koordinasi dalam pengorganisasian sangat dibutuhkan manajemen antara lain pada distribusi tugas. Misalnya, buat kegiatan reformasi birokrasi pada suatu instansi maka dibuat satu tim reformasi yang bertugas menyusun konsep reformasi birokrasi. Dalam tim tersebut ditetapkan beberapa sub-tim yg diberi tugas buat mempersiapkan konsep khusus, contohnya: sub-tim keuangan, sub-tim asal daya insan, sub-tim grand-design & sebagainya.

Dalam penempatan pegawai perlu dilakukan koordinasi untuk mengklaim pegawai yg sempurna di loka yang sempurna (the right man on the right place). Misalnya, buat membentuk keputusan promosi jabatan pada beberapa jabatan eksklusif maka dilakukan rapat Baperjakat yg terdiri berdasarkan unsur pimpinan dan unsur kesekretariatan khususnya kepegawaian.

 tiga.Koordinasi dalam directing.

 Efektivitas arahan, instruksi & pedoman sangat bergantung dalam harmonisasi atasan & bawahan. Misalnya, dalam satu unit eksklusif, pimpinan memberikan arahan ke mana unit tadi diarahkan buat mendukung tugas, pokok & fungsi organisasi.

  4. Koordinasi pada pengawasan.

Koordinasi melalui pengawasan diperlukan untuk mengklaim sigkronisasi antara kinerja aktual menggunakan kinerja yang distandarkan. Misalnya suatu organisasi berdasarkan planning stratejiknya tetapkan beberapa performance indicators menurut beberapa aktivitas yang dilakukan. Berdasarkan performance indicators tersebut dilakukan penilaian triwulanan atau tahunan buat mengevaluasi pencapaian kinerja tadi. Dengan demikian, koordinasi perlu dilakukan dalam setiap proses manajemen sebagai upaya mengintegrasikan upaya aneka macam pemangku kepentingan dalam mencapai tujuan organisasi. Kalau langkah tersebut nir dilakukan maka sangat sulit bagi para manajer buat memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan bisa berafiliasi secara terpadu. 

Manajemen proyek merupakan salahsatu cara yg ditawarkan untuk maksud pengelolaan suatu proyek, yaitu suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah & intensif sejak pertengahan abad ke-20 buat menghadapi aktivitas khusus yang berbentuk proyek. (Iman Soeharto, 1999)

Manajemen proyek merupakan usaha dalam suatu kegiatan supaya tujuan adanya kegiatan tadi dapat tercapai secara efisien dan efektif. Efektif dalam hal ini merupakan dimana hasil  penggunaan asal daya dan kegiatan sesuai menggunakan sasarannya yg mencakup kualitas, porto, saat dan lain-lainnya. Sedangkan efisien diartikan penggunaan sumber daya dan pemilihan sub aktivitas secara tepat yg meliputi jumlah, jenis, ketika penggunaan sumber lain & lain-lain. Oleh sebab itu manajemen proyek pada suatu proyek konstruksi adalah suatu hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena tanpa manajemen suatu proyek, konstruksi akan sulit berjalan sinkron menggunakan harapan baik berupa biaya , ketika maupun kualitas

Manajemen proyek mencakup proses perencanaan ( planning ) kegiatan, pengaturan ( organizing ),pelaksanaan & pengendalian ( controlling ). Proses perencanaan, pengaturan, aplikasi dan pengendalian tersebut dikenal dengan proses manajemen

Tujuan menurut proses manajemen adalah buat mengusahakan supaya seluruh rangkaian aktivitas tersebut :Tepat waktu, pada hal ini tidak terjadi keterlambatan penyelesaian suatu proyekBiaya yang sinkron, maksudnya agar nir ada biayatambahan berdasarkan perencanaan biayayang sudah dianggarkanKualitas yang sinkron menggunakan persyaratanProses kegiatan dapat berjalan menggunakan lancar

Proses perencanaan ( rencana ) proyek bisa dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu yg pertama planning dalam garis manajemen konsultan dan yg kedua dalam garis manajemen kontraktor.

Perencanaan yg ditangani oleh konsultan meliputi perencanaan fisik struktur secara jelas hingga pada perencanaan anggaran biayadan durasi pekerjaan.

Perencanaan yg ditangani sang kontraktor meliputi perencanaan metode kontraktor, planning aturan pada pelaksanaan dan perencanaan administrasi lapangan juga perusahaan.

Metode manajemen proyek yg digunakan oleh pelaksana proyek (kontraktor) baik manajemen pelaksana, manajemen pengawasan, serta manajemen berdasarkan organisasi pemilik proyek dalam umumnya merupakan sama yaitu menggunakan berpatokan pada laporan-laporan tertulis yang diubahsuaikan menggunakan keadaan konkret dilapangan. Laporan-laporan tertulis tersebut sanggup berupa laporan harian, laporan mingguan dan lain-lain.

Leave a Reply