Pengertian Jasa Konstruksi

Pengertian Jasa Konstruksi

Pengertian “konstruksi” merupakan suatu aktivitas membentuk wahana maupun prasarana yang mencakup pembangunan gedung (building construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), & instalasi mekanikal & elektrikal.  Walaupun aktivitas konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi adalah suatu aktivitas yg terdiri menurut beberapa pekerjaan lain yang tidak sinkron yg dirangkai menjadi satu unit bangunan, itulah sebabnya ada bidang/sub bidang yg dikenal menjadi pembagian terstruktur mengenai.

Menurut Undang-undang mengenai Jasa konstruksi, “Jasa Konstruksi” merupakan layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa konsultansi supervisi pekerjaan konstruksi.  Jasa Konstruksi medan “Pekerjaan Konstruksi” merupakan keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan &/atau aplikasi beserta pengawasan yg meliputi pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal & tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya buat mewujudkan suatu bangunan.

Dari pengertian pada UUJK tersebut maka pada rakyat terbentuklah “USAHA JASA KONSTRUKSI”, yaitu bisnis tentang “jasa” aatau services di bidang perencana, pelaksana dan pengawas konstruksi yang semuanya dianggap “PENYEDIA JASA”Disisi lain ada kata “PENGGUNA JASA” yaitu yg menaruh pekerjaan yang mampu berbentuk orang perseorangan, badan bisnis maupun instansi pemerintah.Pada umumnya aktivitas konstruksi dimulai menurut perencanaan yg dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) & lalu dilaksanakan oleh kontraktor konstruksi yg manajer proyek/ketua proyek.  Orang-orang ini bekerja didalam tempat kerja, sedangkan aplikasi dilapangan dilakukan sang mandor proyek yg mengawasi buruh bangunan, tukang & ahli bangunan lainnya buat menuntaskan fisik sebuah konstruksi.  Transfer perintah tersebut dilakukan sang Pelaksana Lapangan.  Dalam pelaksanaan bangunan ini, pula diawasi sang Konsultan.Dalam melakukan suatu konstruksi umumnya dilakukan sebuah perencanaan terpadu.  Hal ini terkait menggunakan metode penentuan besarnya biayayg diharapkan, rancang bangun, & imbas lain yang akan terjadi saat pelaksanaan konstruksi.  Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan memilih suksesnya sebuah bangunan yg terkait menggunakan pendanaan, efek lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik, ketidaknyamanan publik terkait menggunakan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.

Sehingga pengertian utuhnya dari Usaha Jasa Konstruksi merupakan keliru satu usaha pada sektor Jasa Konstruksi ekonomi yg herbi suatu perencanaan atau aplikasi & atau pengawasan suatu kegiatan konstruksi buat membentuk suatu bangunan atau bentuk fisik lain yg pada aplikasi penggunaan atau pemanfaatan bangunan tersebut menyangkut kepentingan dan keselamatan rakyat pemakai/pemanfaat bangunan tersebut, tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hayati.

Ada 3 (tiga) katagori kegiatan yang tercakup pada jenis usaha jasa konstruksi dari UU No. 18 Tahun 1999, yaitu :perencana konstruksi yaitu yg memberikan layanan jasa perencanaaan dalam konstruksi yang mencakup rangkaian aktivitas atau bagian-bagian menurut aktivitas mulai menurut studi pengembangan sampai menggunakan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi, ini umumnya diklaim Konsultan Perencana.pelaksana konstruksi yaitu yang menaruh layanan jasa pelaksanaan pada pekerjaan konstruksi yang mencakup rangkaian aktivitas atau bagian-bagian berdasarkan aktivitas mulai berdasarkan penyiapan lapangan hingga menggunakan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi, yang umumnya disebut Kontraktor Konstruksi.supervisi konstruksi yaitu aktivitas yg menaruh layanan jasa pengawasan baik sebagian atau keseluruhan pekerjaan aplikasi konstruksi mulai berdasarkan penyiapan lapangan  sampai menggunakan penyerahan akhir konstruksi, ini biasa diklaim Konsultan Pengawas.

Perusahaan jasa konstruksi yang diperbolehkan berusaha adalah :Perusahaan Badan Usaha Nasional berbadan aturan yang dibagi pada :

         a. Perusahaan Nasional berbadan hukum misalnya Perseroan terbatas

         b. Perusahaan bukan berbadan hukum seperti CV, Fa, Pb, Koperasi, dsb.

    dua. Badan Usaha asing yang dipersamakan.

Leave a Reply