Jasa Yg Dikenakan Pph Pasal 23 – Pajak.io

Jasa Yg Dikenakan Pph Pasal 23 – Pajak.io

Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 menjelaskan bahwa atas penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau sudah jatuh tempo pembayarannya sang badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha permanen, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya pada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk bisnis permanen, dipotong pajak oleh pihak yg wajibmembayarkan. Salah satu objek PPh 23 yaitu penghasilan dari menurut penyerahan jasa yang dikenakan tarif dua% dari dasar pengenaan pajak.

Jenis jasa yang adalah objek PPh 23 yaitu jasa yg dilakukan oleh badan berupa:Jasa teknikJasa manajemenJasa konstruksiJasa konsultasiJasa lain-lain selain jasa yg telah dipotong Pajak Penghasilan pada Pasal 21

Jasa lain yg yg merupakan objek PPh 23 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/PMK.03/2015. 

Jasa lain-lain dapat berupa:Jasa penilai (appraisal)Jasa aktuarisJasa akuntansi, pembukuan dan atestasi laporan keuanganJasa aturanJasa arsitekturJasa perencanaan kota & arsitektur landscape Jasa perancang (design)Jasa pengeboran pada bidang penambangan migas, kecuali yg dilakukan sang BUTJasa penunjang pada bidang Usaha panas bumi dan penambangan migasJasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migasJasa penunjang pada bidang penerbangan/bandaraJasa penebangan hutanJasa pengolahan limbahJasa penyedia energi kerja (Outsourcing Services)Jasa mediator / keagenanJasa di bidang perdagangan surat2 berharga, kecuali yang dilakukan Bursa Efek, KSEI & KPEIJasa kustodian/penyimpanan/penitipan, kecuali yg dilakukan KSEIJasa pengisian suara (dubbing) / Sulih SuaraJasa mixing filmJasa pembuatan Jasa Service wahana promosi film, iklan, poster, photo, slide, klise, banner, pamphlet, baliho,folderJasa sehubungan dengan aplikasi personal komputer , termasuk perawatan/pemeliharaan/pemugaranJasa pembuatan &/atau pengelolaan websiteJasa internet termasuk sambungannyaJasa penyimpanan, pengolahan, dan/atau penyaluran data, berita, dan/atau programJasa instalasi / pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV Kabel, kecuali yg dilakukan sang Wajib Pajak konstruksiJasa perawatan / pemeliharaan / pemugaran mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV Kabel, indera transportasi / tunggangan & atau bangunan, kecuali yg dilakukan oleh Wajib Pajak konstruksiJasa perawatan tunggangan &/atau alat transportasi darat, bahari, dan udaraJasa maklonJasa penyelidikan dan keamananJasa penyelenggara kegiatan / event organizerJasa penyediaan tempat dan / atau ketika dalam media massa, media luar ruang atau media lain buat penyampaian faktaJasa pembasmian hamaJasa kebersihan / cleaning serviceJasa pemeliharaan kolamJasa catering atau tata makanan kenikmatanJasa freight forwarding Jasa logistic Jasa pengurusan dokumenJasa pengepakanJasa loading & unloading Jasa laboratorium &/atau pengujian kecuali yang dilakukan sang forum atau institusi pendidikan dalam rangka penelitian akademisJasa pengelolaan parkirJasa penyortiran tanahJasa penyiapan &/atau pengolahan lahanJasa pembibitan dan/atau penanaman bibitJasa pemeliharaan floraJasa pemanenanJasa pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan/ atau perhutananJasa dekorasiJasa percetakan/penerbitanJasa penerjemahan, dsb

( Baca jua: Persyaratan Dokumen Dalam Permohonan Sertifikat Digital buat Pengguna eBupot Unifikasi)

Pengertian jumlah bruto jasa sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Seluruh jumlah penghasilan menggunakan nama & dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan buat di bayar, atau telah jatuh tempo pembayarannya, tidak termasuk : Pembayaran gaji/upah/gaji dll yang dibayar penyedia jasa kepada energi kerja yg melakukan pekerjaan. Pembayaran pengadaan material Pembayaran kepada pihak ke 2 (perantara) buat dibayarkan pada pihak ketiga Pembayaran penggantian porto (reimbursement) oleh pihak kedua pada pihak ketiga

Hal ini tidak berlaku bagi Jasa catering & jasa konstruksi, perhitungan DPP  bagi jasa catering & jasa konstruksi yaitu jumlah imbalan bruto, walaupun pada dalam Invoice masih ada Perincian berapa jumlah Material, berapa jumlah  Imbalan jasa. 

PT. A membayar tagihan catering kepada CV. B dengan perincian pada dalam invoice menjadi berikut: 

Jumlah Tagihan Rp. 35.000.000 

Maka PPh pasal 23 yang harus dipotong sang PT. A adalah 

2% x Rp.35.000.000 = Rp. 700.000

Sedangkan perhitungan DPP PPh 23 atas jasa selain jasa  konstruksi dan jasa https://www.jasaservice.web.id catering, bila di invoice masih ada perincian berapa jumlah material & berapa jumlah 

Jasa, maka PPh 23 dipotong atas jasanya saja. Namun, Bila pada invoice tidak terdapat perincian berapa jumlah material & berapa jumlah jasa, maka PPh 23 dipotong atas jumlah seluruh tagihan. 

Contoh PT.ABC membayar tagihan jasa pemasangan listrik 

kepada PT.DEF menggunakan rincian menjadi berikut : 

Jumlah semua tagihan Rp. 40.000.000 

Maka PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT.ABC adalah 

Sebesar dua% x Rp 10.000.000 = Rp. 200.000

Sedangkan jika sebuah jasa dilakukan sang orang langsung, maka bukan adalah objek PPh 23, melainkan objek PPh 21.

(Baca pula: Begini Mekanisme Lapor SPT Masa PPN menggunakan Mudah di eFaktur Pajak.io)

Pelajari lebih dalam mengenai pengelolaan pajak bulanan menggunakan eBupot dalam webinar “Masih Bingung menggunakan e-Bupot Unifikasi? Yuk, Belajar Bareng!“.

apabila kamu mengalami hambatan & kesulitan dalam mengurus perpajakan, Pajak.io mampu bantu! Klik link berikut One on One Consultation maka seluruh kasus perpajakan kamu akan teratasi! GRATIS tanpa dipungut porto!

Leave a Reply