Diktat – Stiffener Plate Modelling Dalam Sap2000 – Id:5c9ee9d7a1224

Diktat – Stiffener Plate Modelling Dalam Sap2000 – Id:5c9ee9d7a1224

12/9/2015 Sti ffffener Pl at ate M od odel lili ng ng pada SAP2000 pada SAP2000 Posted on January 26, 2011 by Aryansah Awalnya, gw sempat pusing gara‑gara hasil design struktur baja gw pada SAP membentuk  poly member yg Jasa Tekuk Plat Medan merah‑merah.. bukan, bukan lantaran design ratio>1, tapi lantaran design message nya message nya menandakan l/r nya >200 atau >200 atau 300. TEKUK..!! ya, BUCKLING. Arrrrggggkkkhhh..!! sempat saya stress. Tapi akhirnya, sehabis utak‑utik Help SAP beberapa hari, gw menemukan akibatnya. Ya, salahsatu cara buat mengatasi kegagalan tekuk pada baja merupakan dengan menambahkan  bracing dalam bentangan member. Oke, saya coba masukkan bracing, tapi hasilnya tetap SAMA. haaaaaah.. itu ternyata tekuk global. Akhirnya hingga dalam kesimpulan, member‑ member pada struktur aku mengalami tekuk Lokal. Dan keliru satu cara menanggulangi tekuk lokal merupakan dengan menambahkan stiffener pada profil baja. Tapi (lagi..), gw galau, gimana caranya men‑define stiffener itu pada profile‑profile baja saya.. oke, ini sedikit sharing menurut gw. Salah satu kegagalan struktur baja merupakan kegagalan tekuk/buckling. Pada umumnya, tekuk diakibatkan sang gaya aksial, atau gaya yg bekerja pada sumbu primer penampang struktur. Tekuk pada profile baja terbagi menjadi 2 jenis, yaitu tekuk dunia dan tekuk lokal. https://ar yansah.w or dewan perwakilan rakyat ess.com /2011/01/26/sti ffener – pl ate- m odel l i ng- pada- sap2000/ 1/8 12/9/2015 Sti ffener Pl ate M odel li ng pada SAP2000 Jasa Tekuk Plat Medan terdapat jenis local buckling yg lain, yaitu tekuk web akibat geser (di daerah tumpuan), tekuk web dampak beban terpusat, tekuk web searah longitudinal balok. Local Buckling adalah tekuk yang terjadi dalam elemen‑elemen pelat profil. Untuk IWF, elemen‑ elemennya terdapat 3 : sayap atas (top flange), sayap bawah (bottom flange), dan pelat badan (web). Pada saat mendapat momen lentur positif, seluruh top flange akan mengalami tegangan tekan, semua bottom flange akan mengalami tegangan tarik, ad interim sebagian pelat badan akan mengalami tekan dan sebagian lainnya tarik. Sekedar mengingatkan, bentuk profil baja yang cenderung langsing/tipis lebih gampang buat mengalami kegagalan tekuk. Local Buckling biasanya terjadi dalam: Balok tinggi (balok girder, umumnya pada jembatan). Balok yang nir diberi stiffener plate. Balok yang mengalami beban terpusat yg sangat akbar, contohnya balok Crane, balok Jasa Tekuk Plat transfer, dll. Nah, sekarang masuk ke kasus gw, kasus tekuk lokal – tekuk yg terjadi pada member profile, sanggup terjadi pada flange atau web – & permodelannya di SAP/ETABS. Setelah keseluruhan model kita jadi, termasuk define load combination , kita run analysis struktur kita itu. Sebelum masuk ke design, coba cek lendutan yg terjadi dalam member‑member baja kita, apakah masuk pada lendutan izin apa nir. lendutan yg terjadi terlalu akbar, mungkin profile kita terlalu kecil, coba ganti profile menggunakan yg lebih besar . Setelah kita cek lendutan, dan ternyata memenuhi lendutan biar, maka langkah selanjutnya adalah dengan Design/Check of Structure. Option ini terdapat pada sajian Design > Steel Frame Design > Start Design/Check of Structure. https://aryansah.wordpress.com/2011/01/26/stiffener-plate-modelling-pada-sap2000/ 2/8 12/9/2015 Sti ffener Pl ate M odel li ng pada Ar yansah’ s m ind tr ash… (https://aryansah.files.wordpress.com/2011/01/design‑structure.jpg) SAP/ETABS akan menganalisis pulang. Setelah itu, maka akan terlihat tampilan member‑ member yang diwarnai seperti gambar diatas & pada bawah ini. (https://aryansah.files.wordpress.com/2011/01/after‑design.jpg) Nah, warnanya ada dari biru‑merah. kalo sudah merah, adalah si member kita sudah lewat  batas ratio, adalah ratiodangt;1. Untuk mengetahui kegalalan apa yg terjadi dalam member kita itu (yang warna merah), kita tinggal klik kanan saja pada member yg warnanya merah. Kita uga bisa melihat ratio member‑member lain yg nir berwarna merah. Kita ambil model dalam struktur diatas yg terjadi masalah kegagalan tekuk. Biasanya pada Design Message ada tulisan merah l/r > 200 atau l/r > 300. Coba kita klik kanan member yang berwarna merahnya. Nanti akan tampil windows seperti  berikut : https://aryansah.wordpress.com/2011/01/26/stiffener-plate-modelling-dalam-sap2000/ 3/8 12/9/2015 Sti ffener Pl ate M odel li ng pada Ar yansah’ s m ind tr ash… (https://aryansah.files.wordpress.com/2011/01/overwrites.jpg) Untuk mengetahui review analysis menurut member, kita sanggup klik Details. Tapi karena kita akan memasang stiffener plate, maka kita klik menu Overwrites , & akan timbul lagi windows seperti berikut : (https://aryansah.files.wordpress.com/2011/01/define‑stiffener.jpg) Nah, kita rubah yang di highlight Unbraced Length Ratio (Minor/LTB) , nah inilah sajian buat mendefine stiffener plate tersebut. Kita masukan nomordisana. Sistem angkanya adalah per satuan panjang. Jika kita ingin menambahkan 1 butir stiffener dalam bentang member kita, cukup mengisikan 0.5, artinya si member dibagi 2. kalo pengen nambahin 2 (adalah member dibagi menjadi tiga bagian) kita tambahkan 0.33, & kalo pengen nambahin tiga stiffener (member dibagi sebagai 4), maka masukkan nomor0.25, begitu seterusnya. Disinilah engineering judgement berlaku. Berapa butir stiffener yang diperlukan. Setelah kita tambahkan, maka OK. Hasilnya, member kita akan mempunyai kekangan lateral / stiffener plate. Dan member yang mengalami tekuk lokal akan safe/aman – menggunakan catatan, stress ratio nya View more…

Leave a Reply